Posts

LAMBDA-MU-RHO (LMR)

Image
     Parameter LMR (Lambda (λ ) -Mu (μ ) -Rho (⍴ ) ) merupakan parameter elastisitas turunan dari hasil inversi AVO. Hubungan antara gelombang P dan gelombang S digambarkan pada persamaan: sehingga didapat persamaan: dan menghasilkan persamaan LMR:      Lambda-rho akan mengukur imkompresibilitas dan dapat mendeteksi litologi yg berporos. Untuk lebih jelasnya, jika suatu batuan yg berporos dan diberikan suatu gaya, maka batuan tersebut akan termampakan akibat porositasnya. Perlu diingat bahwa akibat dari gaya ini batuan diasumsikan tidak mengalami perubahan bentuk. Semakin poros suatu bautan, maka akan semakin tinggi kemampuan batuan untuk dikompres (diberi tekanan). Batuan yang dapat dengan mudah diberi suatu tekanan disebut dengan “kompresibilitas”. Kompresibilitas merupakan kebalikan dari imkompresibilitas. Umumnya, pengaplikasian dari lambda-rho akan mengukur keberadaan dari suatu fluida bawah permukaan, fluida gas akan memiliki nilai...

JENIS-JENIS POROSITAS

      Terdapat dua tipe porositas berdasarkan proses pembetukannya, yaitu porositas primer dan porostias sekunder. POROSITAS PRIMER      Porositas primer adalah porositas yang terbentuk bersamaan dengan proses pengendapan suatu batuan. Tipe batuan sedimen atau reservoar yang mempunyai porositas primer adalah batuan konglomerat, batupasir, dan batu gamping. Porositas primer dapat diklasifikasikan menjadi tiga golongan, yaitu: Intergranular atau Interpartikel : pori-pori batuan yang terdapat pada celah-celah antar butir batuan, seperti pada partikel-partikel silisiklastik dan butir-butir karbonat. Intraganular atau Intrapartikel : pori-pori batuan yang terkandung di dalam patikel, seperti rongga yang terdapat di dalam fosil dan rongga yang terdapat dalam mineral lempung. Interkristalin : rogga antar kristal yang terbentuk secara kimia, seperti pada dolomite. POROSITAS SEKUNDER      Porositas sekunder adalah porositas yan...

RESERVOAR

Reservoar merupakan suatu tempat terakumulasinya fluida, baik itu air, minyak dan gas. Proses terakumulasinya fluida haruslah memenuhi beberapa syarat yang merupakan unsur suatu reservoar hidrokarbon (minyak dan gas bumi), yaitu: Batuan Reservoar : batuan pada reservoar digunakan sebagai wadah yang diisi dan terjenuhkan oleh hidrokarbon, biasanya batuan reservoar berupa lapisan batuan yang bersifat porous dan permeable . Lapisan Penutup (Cap Rock) : merupakan suatu lapisan batuan yang bersifat impermeable , yang terdapat pada bagian atas suatu reservoar. Fungsi dari lapisan penutup adalah untuk mencegah hidrokarbon keluar dari batuan reservoar. Perangkap Reservoar (Trap) : suatu unsur pembentuk reservoar yang mempunyai bentuk sedemikian rupa sehingga lapisan beserta penutupnya membentuk concave ke bawah dan menyebabkan hidrokarbon berada pada bagian teratas reservoar. Karakteristik suatu reservoar akan sangat dipengaruhi oleh: Karakteristik Batuan Penyusun Reservoar Fluida...

POROSITAS

Image
     Porositas (Ø) didefinisikan sebagai perbandingan antara volume ruang pori batuan ( pore volume ) dengan total volume batuan ( bulk volume ). Secara matematis, persamaan porositas dapat dituliskan dengan: Di mana: Vb = Volume Batuan                 : Vs = Volume Padatan Batuan Total                 : Vp = Volume Pori Batuan      Besar kecilnya porositas suatu batuan akan menentukan kapasitas penyimpanan fluida reservoar. Porositas reservoar diklasifikasikan menjadi dua, yaitu: Porositas Absolut : perbandingan antara volume pori total terhadap volume batuan total yang dinyatakan dalam bentuk persentase.  Porositas Efektif : perbandingan antara volume pori batuan yang saling berhubungan dengan volume batuan total yang dinyatakan dalam persentase.      Pada keilmuan teknik perminyakan, perhitungan porositas yang digunakan adala...