POROSITAS

     Porositas (Ø) didefinisikan sebagai perbandingan antara volume ruang pori batuan (pore volume) dengan total volume batuan (bulk volume). Secara matematis, persamaan porositas dapat dituliskan dengan:





Di mana: Vb = Volume Batuan
                : Vs = Volume Padatan Batuan Total
                : Vp = Volume Pori Batuan

     Besar kecilnya porositas suatu batuan akan menentukan kapasitas penyimpanan fluida reservoar. Porositas reservoar diklasifikasikan menjadi dua, yaitu:
  1. Porositas Absolut: perbandingan antara volume pori total terhadap volume batuan total yang dinyatakan dalam bentuk persentase. 
  2. Porositas Efektif: perbandingan antara volume pori batuan yang saling berhubungan dengan volume batuan total yang dinyatakan dalam persentase.
     Pada keilmuan teknik perminyakan, perhitungan porositas yang digunakan adalah porositas efektif karena dianggap sebagai fraksi volume yang preduktif. Secara umum, batuan dibedakan menjadi lima klasifikasi berdasarkan nilai porositasnya, yaitu:
  1. 0        -   5    %   = dianggap jelek sekali
  2. 5.1     -   10  %   = dianggap jelek
  3. 10.1   -   15  %   = dianggap sedang
  4. 15.1   -   20  %   = dianggap baik
  5. 20.1   -   25  %   = dianggap sangat baik
  6. > 25.1 %            = diangga istimewa
     Terdapat dua jenis porositas berdasarkan pembentukannya, yaitu:
  1. Porositas Primer: porositas batuan yang terbentuk bersamaan dengan proses pengendapan
  2. Porositas Sekunder: porositas yang terbentuk setelah proses pengendapan


Sumber:
  1. Rukmana. D, Kristanto. D, Aji Cahyoko. D. V, 2011, Teknik Reservoir: Teori dan Aplikasi, Pohon Cahaya, Yogyakarta
  2. Firmansya. Y, Mardiana. U, Kurniawan. E, Nurdrajat, Gani. G. M. R., 2018, Nilai dan Jenis Porostias Batu Pasir Pada Formasi Walatdi Daerah Cicantayan, Kabupaten Sukabumi Berdasarkan Metode Petrografi, Bulletin of Scientific Contribution: Geology Volume 16 Nomor 3, Desember 2018: 163 - 172

Comments

Popular posts from this blog

JENIS-JENIS POROSITAS

LAMBDA-MU-RHO (LMR)