LAMBDA-MU-RHO (LMR)
Parameter LMR (Lambda (λ)-Mu (μ)-Rho (⍴))
merupakan parameter elastisitas turunan dari hasil inversi AVO. Hubungan antara
gelombang P dan gelombang S digambarkan pada persamaan:
sehingga
didapat persamaan:
dan
menghasilkan persamaan LMR:
Lambda-rho
akan mengukur imkompresibilitas dan dapat mendeteksi litologi yg berporos.
Untuk lebih jelasnya, jika suatu batuan yg berporos dan diberikan suatu gaya,
maka batuan tersebut akan termampakan akibat porositasnya. Perlu diingat bahwa
akibat dari gaya ini batuan diasumsikan tidak mengalami perubahan bentuk.
Semakin poros suatu bautan, maka akan semakin tinggi kemampuan batuan untuk
dikompres (diberi tekanan). Batuan yang dapat dengan mudah diberi suatu tekanan
disebut dengan “kompresibilitas”. Kompresibilitas merupakan kebalikan dari
imkompresibilitas. Umumnya, pengaplikasian dari lambda-rho akan mengukur
keberadaan dari suatu fluida bawah permukaan, fluida gas akan memiliki nilai
lambda-rho yang lebih tinggi dibandingkan fluida minyak maupun air. Hal ini
dikarenakan fluida gas tidak dapat mempertahankan bentuk porinya dibandingkan
dengan fluida minyak ataupun air.
Sedangkan
untuk parameter mu-rho akan dapat mengukur tingkat rigiditas dari suatu batuan
yang pada akhirnya dapat menentukan jenis litologi bawah permukaan. Pada batuan
memiliki tingkat elastisitas yang beragam bergantung dengan matriks dan jenis
batuannya. Batuan yang memiliki elsatisitas rendah (rigiditas tinggi) akan
dengan mudah menghantarkan gelombang, begitupun sebaliknya. Semakin tinggi
hubungan matriks batuan maka nilai rigiditas akan semakin tinggi.
Comments
Post a Comment